Find research datasets worth reusing
Search datasets from major research repositories and use ShareScore to quickly assess how well each record supports discovery, access, and reuse.
36
datasets available to search
ShareScore release 0.9.0
Dataset results
36 results for “Kota”
survei lokasi kklp yapti jeneponto posko tolo' kota
<p>Awalnya kami bertemu dengan pak lurah dikantornya setelah itu pak lurah mengajak kami melihat-lihat sekitar kantornya yang ternyata disana ada taman yang ditanami berbagai jenis bunga dan tanaman-tanaman obat kemudian kami juga kerumah kepala lingkungan, diperjalanan kami melihat batas lingkungan dan juga batas kota yang ternyata catnya sudah pudar</p>
pembinaan tka/tpa posko tolo kota
<p>Pertama kami memperkenalkan diri <br> terlebih dahulu kepada para santri dan <br> sebaliknya para santri juga <br> memperkenalkan dirinya satu persatu agar <br> saling mengenal setelah itu kamipun <br> menyuruh dari salah satu dari mereka <br> untuk memimpin doa sebelum belajar <br> setelah itu pengajaran pun di mulai dari <br> yang masih iqro’ maupun yang sudah al-<br> qur’an setelah selesai kami memberikan <br> atau mengajar sebuah nyanyian untuk para <br> santri yaitu “tepuk anak soleh “ dan <br> kamipun menutupnya dengan salam.</p>
Jumat bersih posko Tolo' Kota
<p>Kami berkumpul di kantor lurah jam <br> 08.00 WITA dalam kegiatan jumat <br> bersih bersama masyarakat, ibu-ibu <br> PKK serta Karang taruna, dimana lokasi <br> yang akan kami bersihkan yaitu mulai <br> dari mataere sampai di rumah bapak <br> bupati jeneponto</p>
Photograph. Kota temples and a priest at Kotagiri in the Nilgiri Hills in Tamil Nadu, 1871-72.
<p>Photograph. Kota temples and a priest at Kotagiri in the Nilgiri Hills in Tamil Nadu, 1871-72. In the collection of the British Library.</p>
Fig. 3. a in Diversity patterns of Scleractinian corals at Kota Kinabalu, Malaysia, in relation to exposure and depth
Fig. 3. a, Dendrogram; and b, multidimensional scaling (MDS) plots with significant clusters of 28 sites at Kota Kinabalu based on the Bray-Curtis resemblance matrix of coral species composition (presence/absence) of the families Fungiidae, Agariciidae, and Euphylliidae. The solid and open symbols represent exposed and sheltered reef sites, respectively.
Fig 1 in Diversity patterns of Scleractinian corals at Kota Kinabalu, Malaysia, in relation to exposure and depth
Fig 1. Survey sites (numbered 1–33) at Kota Kinabalu and Mengalum Island, Sabah, Malaysia. The boundary of the Tunku Abdul Rahman Park is indicated. The 2-year average wind distribution values show that the prevalent wind direction is from the west. Winds from the east-southeast is only dominant from December to January. Statistics were taken from wind speed measurements at Kota Kinabalu International Airport (November 2010–November 2012) from © Windfinder.com.
Fig 2 in Diversity patterns of Scleractinian corals at Kota Kinabalu, Malaysia, in relation to exposure and depth
Fig 2. Species richness estimators for coral families: a, Fungiidae (n=35); b, Agariciidae (n=26); and c, Euphylliidae (n=11) observed at Kota Kinabalu. The curves indicate that the occurrence of two additional species is possible for the Fungiidae, but no extra species are expected for the Agariciidae and Euphylliidae.
Fig. 4 in Diversity patterns of Scleractinian corals at Kota Kinabalu, Malaysia, in relation to exposure and depth
Fig. 4. Species richness patterns derived from the dendrogram and MDS plots in Fig. 3a, b. The numbers represent the combined species diversity of all three coral families Fungiidae, Agariciidae, and Euphylliidae. Sites with the highest species diversity (≥ 50 species) are shown in bold and larger fonts.
FIG. 7 in Triconodont mammals from the Jurassic Kota Formation of India
FIG. 7. — Indotherium pranhitai Yadagiri, 1984, right upper molar (VPL/JU/KM/11); A, anterior view; B, occlusal view; C, labial view; D, lingual view. Abbreviations: A-C, cusps A-C; alicc, anterior lingual cingular cuspule; lac, labial cingulum; lic, lingual cingulum. Scale bar: 0.5 mm.
FIG. 6 in Triconodont mammals from the Jurassic Kota Formation of India
FIG. 6. — SEM photomicrographs of Indotherium pranhitai Yadagiri, 1984, right upper molar (VPL/JU/KM/11); A, labial view; B, anteri- or view; C, occlusal view; D, lingual view; E, posterolabial view. Scale bar: 0.5 mm.
FIG. 5 in Triconodont mammals from the Jurassic Kota Formation of India
FIG. 5. — Paikasigudodon yadagirii (Prasad & Manhas, 1997) n. comb., left upper molar, holotype (VPL/JU/KM/10); A, anterior view; B, posterior view; C, occlusal view; D, lingual view; E, labial view. Abbreviations: A-F, cusps A-F; lacc, labial cingular cuspules;?lic,?lingual cingulum; plicc, posterior lingual cingular cuspule. Scale bar: 0.5 mm.
FIG. 2. — A-E in Triconodont mammals from the Jurassic Kota Formation of India
FIG. 2. — A-E, left lower molar, holotype (VPL/JU/KM/13); A, lingual view; B, labial view; C, occlusal view; D, posterior view; E, anterior view; F, G, Triconodonta indet., fragmentary left lower molar (VPL/JU/KM/15); F, labial view; G, lingual view. Scale bar: 0.5 mm.
FIG. 4 in Triconodont mammals from the Jurassic Kota Formation of India
FIG. 4. — SEM photomicrographs of Paikasigudodon yadagirii (Prasad & Manhas, 1997) n. comb., left upper molar, holotype (VPL/JU/KM/10); A, posterior view; B, labial view; C, occlusal view; D, lingual view; E, anterior view. Scale bar: 0.5 mm.
FIG. 3. — A-E, Dyskritodon indicus n in Triconodont mammals from the Jurassic Kota Formation of India
FIG. 3. — A-E, Dyskritodon indicus n. sp., left lower molar, holotype (VPL/JU/KM/13); A, lingual view; B, labial view; C, posterior view; D, anterior view; E, occlusal view; F, G, Triconodonta indet., fragmentary left lower molar (VPL/JU/KM/15); F, lingual view; G, labial view. Abbreviations: a-f, cusps a-f; licc, lingual cingular cuspule;?w. f.,?wear facet. Hatched areas represent wear facets and crossed hatching demarcates broken areas in all figures. Scale bar: 0.5 mm.
HKI Buku Pemberdayaan Dan Optimalisasi Kelompok Wanita Di kecamatan Bulak Kota Surabaya
<p><strong>Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)</strong></p> <p>Istilah HaKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual merupakan terjemahan dari <em>Intellectual Property Right (IPR)</em>, sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan WTO (Agreement Establishing The World Trade Organization). Pengertian Intellectual Property Right sendiri adalah pemahaman mengenai hak atas kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual manusia, yang mempunyai hubungan dengan hak seseorang secara pribadi yaitu <a href="http://uma.ac.id">hak asasi manusia (human right).</a></p> <p>HaKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Pada intinya HaKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari <a href="http://lp2m.uma.ac.id">suatu kreativitas intelektual</a>. Objek yang diatur dalam HaKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.</p> <p>Setiap hak yang digolongkan ke dalam HaKI harus mendapat kekuatan hukum atas karya atau ciptannya. Untuk itu diperlukan tujuan penerapan HaKI. Tujuan dari penerapan HaKI yang Pertama, antisipasi kemungkinan melanggar HaKI milik pihak lain, Kedua meningkatkan daya kompetisi dan pangsa pasar dalam komersialisasi kekayaan intelektual, Ketiga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan strategi penelitian, usaha dan industri di Indonesia.</p>
Data Penelitian Interaksi Spasial Kondisi Sosial-Ekonomi dan Kerawanan Kejahatan di Kota Bandung (Studi Kasus Sumur Bandung)
<p>This dataset to complete the paper in Jambura Geoscience Review 2019 Volume 1 Issue 1</p>
FIG. 1 in Triconodont mammals from the Jurassic Kota Formation of India
FIG. 1. — Location map of mammal-bearing section of the Kota Formation.
Jumat bersih posko Tolo' Kota
<p>Kami berkumpul di kantor lurah jam 08.00 WITA dalam kegiatan jumat bersih bersama masyarakat, ibu-ibu PKK serta Karang taruna, dimana lokasi yang akan kami bersihkan yaitu mulai dari mataere sampai di rumah bapak bupati jeneponto . </p>
Jumat bersih posko tolo kota
<p>Kami berkumpul di kantor lurah jam <br> 08.00 WITA dalam kegiatan jumat <br> bersih bersama masyarakat, ibu-ibu <br> PKK serta Karang taruna, dimana <br> lokasi yang akan kami bersihkan yaitu <br> mulai dari mataere sampai di rumah <br> bapak bupati jeneponto.</p>
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL EKSPONEN TERHADAP SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 KOTA TERNATE
<p><span>T</span><span>ujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dan faktor-faktor kesalahan dalam menyelesaikan soal eksponen yang dilakukan siswa. Metode yang<span> </span>digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif. Dengan penedekatan kualitatif, peneliti bertindak sebagai instrumen utama sehingga dapat berinteraksi langsung dengan siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini agar dapat mengetahui lebih dalam mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kesalahan siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kota Ternate, dengan yang akan dijadikan responden ialah siswa kelas IX A yang berjumlah 29 siswa, akan tetapi sewaktu penelitian ini dilaksanakan hanya terdapat 25 siswa yang hadir. Berdasarkan analisis terhadap hasil tes dan wawancara pada siswa mengenai kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal-soal eksponen, dapat diuraikan sebagai berikut: (1.) Berdasarkan hasil tes<span> </span>dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan siswa diketahui bahwa siswa <span> </span>melakukan kesalahan notasi dan melakukan kesalahan operasi</span><span> sebanyak 13 siswa</span><span>. (2.) Kesalahan yang dilakukan siswa </span><span>adalah</span><span> kesalahan konsep dan kesalahan notasi</span><span> sebanyak 21</span><span>. (3.) Kesalahan yang dilakukan siswa </span><span>adalah </span><span>kesalahan konsep dan ceroboh</span><span>, sebnyak 24. </span><span><span> </span>(4.) Kesalahan yang dilakukan siswa adalah kesalahan operasi. (5.) Kesalahan yang dilakukan siswa kesalahan kecerobohan </span><span>sebanyak 21 siswa.</span></p>
ScienceDex guides
Understand access before you commit
These curated guides explain access requirements, typical timelines, costs, and reuse considerations for widely used research datasets.
Allen Brain Atlas
Allen Brain Atlas is an Allen Institute collection of brain map atlases, datasets, APIs, and analysis tools covering mouse, human, and non-human primate brain resources.
Annotated Behaviour and Observability Dataset (ABODe)
ABODe is a University of Edinburgh DataShare dataset for behavior classification in group-housed mice using home-cage video, identities, bounding boxes, ground-plate positions, and annotator labels.
DANDI Archive for NWB datasets
DANDI is a BRAIN Initiative archive for publishing and sharing neurophysiology data, including electrophysiology, optophysiology, and behavioral data packaged as NWB and related standards.
International Brain Laboratory public data
The International Brain Laboratory public data releases expose standardized mouse decision-making experiments, including Neuropixels recordings, widefield calcium imaging, behavior, and session metadata accessed through the ONE API.
OpenNeuro
OpenNeuro is a free, open platform for sharing neuroimaging datasets, with public search, dataset pages, and download paths for web, S3, DataLad, and the OpenNeuro CLI.